Nama : Fanesa Narulita
Nim : A310200043
Mata Kuliah : Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia
Abstract
Covid-19 has had an impact on the learning process and of course it is not easy. The importance of teacher creativity is needed to create innovation in online learning to deal with the Covid-19 problem. Teachers must have creativity and innovative abilities in packaging the teaching and learning process so that it can be carried out properly and achieve goals. This research aims to realize teacher creativity in online learning and teachers can apply the four skills in online learning. This type of research is a qualitative descriptive research that is ex post facto. The data collection technique uses a mixed questionnaire, which is open and closed. Data were analyzed qualitatively based on the results of filling out questionnaires by respondents and interviews. This research validation technique uses triangulation techniques or comparison techniques. The findings in this study are that in realizing teacher creativity in online learning teachers need to make preparations which can be done by improvising all forms of media and teaching materials, by mastering teacher technology can facilitate the implementation of assessments, and understanding the concept of learning from a teacher will foster student enthusiasm. The skill of listening to videos on Youtube can provide motivation and can improve reading skills.
Keywords: Creativity, Teacher, Daring
Abstrak
Covid-19 memberikan dampak pada proses pembelajarannya dan tentunya tidak mudah. Pentingnya kreativitas guru sangat diperlukan agar terciptanya inovasi dalam pembelajaran daring untuk menghadapi permasalahan Covid-19. Guru harus memiliki kreativitas dan kemampuan inovatif dalam mengemas proses belajar megajar agar dapat dilaksanakan secara baik dan mecapai tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan kreativitas guru dalam pembelajaran daring dan guru dapat menerapkan empat keterampilan dalam pembelajaran daring. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat ex post facto. Teknik pengmpulan data menggunakan kuesioner campuran, yang bersifat terbuka dan tertutup. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan hasil pengisian angket oleh responden maupun wawancara. Teknik validasi penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi atau teknik perbandingan. Temuan dalam penelitian ini adalah dalam mewujudkan kreativitas guru dalam pembelajaran daring guru perlu melakukan persiapan yang dapat dilakukan dengan mengimprovisasi segala bentuk media maupun materi ajar, dengan menguasai teknologi guru dapat mempermudah pelaksanaan penilaian, dan pemahaman konsep pembelajaran dari seorang guru akan menumbuhkan antusias siswa. Keterampilan menyimak video dalam Youtube dapat memberikan motivasi dan dapat meningkatkan kemampuan membanca.
Kata Kunci : Kreativitas, Guru, Daring
Pendahuluan
Indonesia saat ini sedang terjadi pada masa transisi untuk berjalan seimbang dengan keadaan saat ini, yaitu pandemik Covid-19. Sejak virus Covid-19 masuk ke Indonesia, segala aktivitas diberhentikan untuk pengurangan kontak sosial dan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Pandemik Covid-19 ini mengubah prosedur aktivitas, salah satunya dalam dunia Pendidikan. Kemudian, muncullah beberapa kebijakan baru dari Pemerintah, agar Pendidikan tetap berjalan dan mencapai tujuan. Salah satu kebijakan dari Pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 yaitu dengan menjaga jarak dalam kontak sosial. Menurut surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada No. 1 tahun 2020, bahwa surat edaran tersebut berisikan tentang menekankan pembelajaran secara daring. Pembelajran daring cukup mampu untuk menyelamatkan dunia Pendidikan dan Kesehatan pada masa Pandemik Covid-19.
Pendidikan adalah salah satu factor utama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat terciptanya manusia yang produktif, sehingga dapat memajukan bangsa dan negara (Kunaryo, dalam Setiono dan Intan, 2017: 219). Pembelajaran daring, memberikan perubahan dalam segi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari yang semula dilakukan di sekolah secara tatap muka, sedangkan saat ini dilakukan belajar dirumah secara daring. Pembelajaran daring merupakan bentuk pembelajaran yang menjadikan siswa belajar secara mandiri, dalam artian tidak bergantung orang lain, terutama guru (Syarifudin, 2020: 31).
Belajar merupakan kegiatan suatu perubahahan tingkah laku dengan menggunakan serangkaian kegiatan. Belajar dilakukan manusia tidak mengenal istilah waktu, kapan, dan dimanapun. Pandemik Covid-19 tidak menjadi penghalang untuk proses belajar mengajar, pembelajaran juga harus tetap dilakukan untuk mancapi tujuan Pendidikan. Pembelajaran daring dapat dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi. Proses belajar mengajar secara daring dapat memanfaatkan atau mengandalkan bantuan dengan teknologi digital, seperti Zoom, Google Meet, Classroom, Google Form, d.l.l. biasanya proses belajar mengajar menggunakan teknologi digital tersebut, guru juga melakukan pengawasan dalam memberikan tugas-tugas melalui grup WhatsApp untuk memastikan agar anak-anak tetap belajar dengan baik dan benar. Guru juga dapat bekerja sama dengan orang tua siswa untuk memastikan bahwa, benar-benar adanya interaksi belajar di rumah. Dengan adanya bantuan dengan mengegunakan media pembelajaran akan mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan.
Covid-19 memberikan dampak pada proses pembelajarannya dan tentunya tidak mudah. Pentingnya kreativitas guru sangat diperlukan agar terciptanya inovasi dalam pembelajaran daring untuk menghadapi permasalahan Covid-19. Guru harus memiliki kreativitas dan kemampuan inovatif dalam mengemas proses belajar megajar agar dapat dilaksanakan secara baik dan mecapai tujuan. Pengemasan proses belajar mengajar tersebut, berupa cara penyemapaian materi melalui media sesuai jenjang dan kebutuhan. Penggunaan media sangatlah penting untuk menggali minat dan motivasi siswa dalam belajar agar dalam proses pembelajaran daring dapat berjalan secara efektif. Untuk mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran, terdapat beberapa hal yang perlu guru perhatikan, yaitu penggunaan teknologi pembelajaran, strategi pembelajaran, dan beberapa kendala yang harus di dahapi dalam proses belajar mengajar. Dengan melihat beberapa sekolahan, upaya guru dalam proses pembelajaran daring penting untuk di teliti, sehingga nanti akan mengetahui proses pembelajaran daring terdapat inovasi, kreasi, dan kreativitas agar pembelajaran secara daring dapat terlaksana dengan baik dan bisa mencapai pembelajaran sesuai tujuan.
Terdapat 4 kompetensi yang harus dikuasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Mendengarkan merupakan keterampilan paling dasar, dimana suatu proses menerima dan mengurai sinyal atau informasi linguistik memalui organ pendengaran, tanpa mendengarkan bahasa juga tidak akan bisa dihasilkan (Rahmawati, 2019: 20). Kompetensi mendengarkan adalah kemampuan menangkap, memahami, dan menangggapi suatu informasi yang disampaikan secara lisan. Kompetensi mendengarkan dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu intensif, selektif, reponsif, dan ekstensif. Intensif, menegaskan kompenen kebahsaan sepeti kata, fonem, dan intonasi. Mendengarkan responsif, tentang wacana ringkas seperti salam, perintah, dan pertanyaan. Mendengarkan selektif, menengaskan hal-hal tertentu, seperti nama, petunjuk arah, bilangan, maupun kejadian tertentu. Mendengarkan ekstensif, menegaskan terhadap pemahaman pesan secara keseluruhan pada wacana yang didengar relative panjang seperti argumen dan inferensi.
Keterampilan berbicara suatu kegiatan berbahasa kedua yang dilakukan oleh manusia setelah mendengarkan bersifat produktif. Dalam kompetensi ini siswa harus diberi kesempatan untuk menerapkan kemampuan kompetensi bahasa dan pengetahuannya kedalam bentuk lisan atau tuturan. Menurut beberapa para ahli, kompetensi berbicara ini adalah kompetensi yang paling sukar untuk dikuasai. Siswa harus berada dalam lingkungan bahasa target agar memiliki keterbatasan dalam menguasai bahasa dan budaya target dan sangat penting untuk mengerti konteks sosiolinguistik, seperti gaya bicara, genre, intonasi, gestur, dan asumsi dalam interaksi verbal.
Kompetensi membaca, adalah suatu kemampuan memahami informasi melalui media tulisan. Kompetensi membaca ini penting dikuasasi siswa untuk mengukura atau menilai kemampuan siswa dalam memahami suatu isi informasi yang didapat dalam tulisan. Terdapat 4 kategori pemahaman dalam kemampuan membaca, yaitu pemahaman arti kata, pemahaman interpretasi, pemahaman kritis, dan membaca kreatif (Rahmawati, 2019: 25). Terdapat 3 tingkatan kemampuan membaca pemahaman, yaitu kemampuan membaca literal, kritis, dan kreatif (Nurhadi dalam Rahmawati, 2019: 26). Kemampuan literal merupakan kemampuan pembaca dalam mengenali dan merangsang suatu bahan atau teks bacaan yang tertera secara tersurat atau eksplisit. Kemampuan membaca kritis merupakan kemampuan membaca dalam mengolah suatu bacaan secara tersurat maupun tersirat. Kemmapuan membaca kreatif, suatu kemampuan membaca dengan menerapkan hasil informasi yang telah dibaca untuk diterapkan dalam kepentingan dan kehidupan sehari-hari.
Kompetensi menulis, merupakan salah satu kompetensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk mengukur dan mengembangkan keterampilan bahasa yang produktif dan komunikatif. Akan tetapi kompetensi menulis ini sulit dianatara 4 kompetensi bahasa Indonesia yang lainnya, karena kompetensi ini membutuhkan ide dan penguasaaan dalam berbagai aspek. Oleh karena itu, siswa harus diajarkan bagaimana mengungkapkan gagasan atau idenya untuk dituangkan dalam bentuk tulisan. Sesuai uraian latar belakang diatas, dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan wujud kreativitas guru dalam pembelajaran daring dan Mendeskripsikan guru dalam menerapkan 4 keterampilan Bahasa Indonesia pada pembelajaran Daring.
Metode Pelaksanaan
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat ex post facto. Karena menggunakan hal yang sudah terjadi. Menurut Moelong dalam Rifai, Nurlaksana, Farida (2017:4) metode kualitatif antara lain bersifat deskriptif, data yang dikumpulkan lebih banyak berupa kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Jadi, metode deskriptif kualitatif yakni metode pemecahan masalah dengan visualisasi fakta secara deskripsi dan analisis data menggunakan untaian kalimat yang digunakan untuk cara menganalisis data.
Data penelitian terdiri atas data primer, serta data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dan data sekunder diperoleh dengan tidak langsung, misalnya dari jurnal. Sumber data diperoleh dari guru bahasa Indonesia. Teknik pengmpulan data menggunakan kuesioner atau campuran, yang bersifat terbuka dan tertutup. Angket adalah teknik pengumpulan data dengan memberikan daftar pertanyaan untuk diisi oeleh responden. Angket terbuka merupakan angket yang jawabannya tidak ditentukan terlebihdahulu dan responden bebas memberikan jawabannya. Angket tertutup merupakan angket yang jawabannya sudah ditentukan terlebih dahulu dan responden tidak diberi kesempatan memberikan jawabannya. Sebagai penguat angket dilakukan wawancara terhadap beberapa guru dan siswa selain responden yang menjadi sempel atauyang sudah menjadi sempel angket sebelumnya. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan hasil pengisian angket oleh responden atau narasumber. Teknik validasi penelitian ini menggunakan teknik trianggulasi atau teknik perbandingan. Teknik trianggulasi yang dipakai adalah trianggulasi metode, yakni membandingkan data yang didapat menggunakan cara pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Menurut Miles dan Huberman (1994) dalam Firman dan Sari Rahayu Rahman (2020:82) terdiri dari tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan, serta verifikasi kesimpulan.
Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan
A. Wujud kreativitas guru dalam pembelajaran daring
Pembelajaran daring menjadi tantangan bagi guru dalam mencapai keberhasilan belajar, ditengah pandemi saat ini banyak hal yang dapat dilakukan guru untuk tetap mengajar dengan penuh kreativitas. Konsep pembelajaran daring ini memungkinkan tetap terjaganya komunikasi dan interaksi aktiv antara peserta didik dan guru dalam pembelajaran di tengah pandemi.
Menurut Hidayatul Fitri, dkk (2021: 278) Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan melalui jaringan internet atau online dengan menggunakan video conference, elearning atau distance learning yang memungkinkan peserta didik dan guru untuk melangsungkan pembelajaran dari tempat yang berbeda-beda. Peserta didik bisa belajar dimanapun dan kapanpun tentunya kembali lagi dengan fasilitas yang mendukung untuk tetap fokus pembelajaran daring.
Pembelajaran daring secara tidak langsung, merubah strategi pembelajaran yang dilakukan guru yang semula dilakukan dari dalam kelas. Untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan, guru perlu menunjang pembelajaran dengan kreativitas pendidikan. Kreativitas terlahir dari pengaruh lingkungan dan bawaan diri seseorang, oleh karena itu kreativitas harus ditumbuh kembangkan dengan menciptakan kondisi di lingkungan begitu juga dengan kreativitas guru, Azimat Dimyati (2019:116).
Penulis mengadakan telaah pustaka terkait dengan kreativitas guru yang sudah pernah dilakukan di antaranya sebagai berikut:
1. Kreativitas dalam Persiapan Pembelajaran Daring.
Diawali dari memberikan dukungan kepada peserta didik untuk semangat dalam belajar agar pembelajaran dapat lebih efektif dan efisien, maka guru perlu melakukan persiapan. Persiapan ini dapat dilakukan dengan mengimprovisasi segala bentuk media maupun materi ajar. Improvisasi dalam pembelajaran adalah aktivitas yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran dengan mengembangkan dan memperkaya persiapan pembelajaran yang dibuat dengan tujuan pembelajaran lebih baik dan berkualitas. Seorang guru yang kaya akan ide, gagasan dan selalu berimprovisasi, biasanya membuat peserta didik termotivasi dan tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran, karena ada hal-hal baru muncul dan dilakukan oleh seorang guru yang berkaitan dengan gayanya, metodenya, atau mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
2. Kreativitas Pelaksanaan dan Penilaian atau Evaluasi peserta didik pada Pembelajaran Daring.
Pada pembelajaran daring guru dituntut untuk menguasai kemajuan teknologi karena guru profsional harus mampu mendesain model pembelajaran sekreatif mungkin sehingga pelaksanaan pembalajaran tidak jenuh dan materi ajar dapat dipahami peserta didik. Menurut Intan Puspitasari, dkk (2021:57) pemberian apresiasi yang dari seorang guru kepada peserta didik saat pembelajaran daring akan sangat berpengaruh untuk membangkitkan semangat belajar peserta didik. Profesionalisme guru dalam menguasai kemajuan teknologi juga akan mempermudah guru dalam pelaksanaan penilaian atau evaluasi.
3. Kreativitas Pemahaman Konsep dan Menambahkan Ide atau Wawasan pada Pembelajaran daring.
Pemahaman konsep pembelajaran daring seorang guru akan menumbuhkan antusias siswa pada pembelajaran daring. Menurut Walib Abdullah (2018: 862) dalam penelitiannya konsep pembelajaran daring dapat dilakukan dengan blanded learning, karena model ini dapat efektif dari cara penyampaian, cara belajar dan gaya pembelajarannya sehingga dapat meninkatkan kemandirian peserta didik. Ide atau wawasan kreatif pembelajaran daring dapat dilakukan dengan menggunakan media desain grafis yang mampu mengembangkan kreativitas peserta didik. Sebagai guru yang kreatif perlu memberikan keleluasaan pada peserta didik untuk mengasah pola pikir serta memberikan kebebasan belajar bagi peserta didik untuk memahami materi yang diberikan.
4. Penerapan Keterampilan Bahasa Indonesia Dalam Pembelajaran Daring
Terjadinya lonjakan jumlah penderita Covid- 19 membuat pemerintah Indonesia menganjurkan pada setiap warga agar membatasi aktivitas di luar rumah serta mematuhi protokol kesehatan seperti melindungi jarak, memakai masker, serta cuci tangan. Virus Corona ini menimbulkan segala zona yang terdapat di Indonesia hadapi hambatan. Salah satu zona yang sangat terdampak dengan terdapatnya virus Corona ini adalah zona pendidikan. Di dunia pembelajaran pemerintah Indonesia pula membagikan instruksi supaya aktivitas belajar mengajar dicoba di rumah selaku upaya menghindari penularan virus. Pendidikan di rumah, pendidikan daring ataupun pendidikan jarak jauh sangat dianjurkan saat ini.
Ada berbagai media pendidikan yang dapat mendukung atau membantu kegiatan pendidikan online, seperti Google Meet, Google Classroom, Schoology, YouTube, dll. Adanya media pendidikan daring dapat membantu siswa belajar lebih mudah terutama di masa pandemi saat ini. Salah satu media pendidikan daring yang dapat digunakan adalah Youtube. YouTube merupakan media daring yang digunakan untuk menyediakan video daring yang banyak diminati di dunia internet. Pengguna dan penikmat Youtube ada di seluruh dunia, dari kecil hingga tua.
Keahlian menyimak merupakan proses aktivitas mencermati lambang- lambang lisan dengan penuh uraian buat mendapatkan data. Bagi Kurnia (2019: 21) menyimak merupakan sesuatu proses penerimaan pesan, gagasan, benak ataupun perasaan serta berikutnya membagikan reaksi terhadap pesan, gagasan, benak, ataupun perasaan. Aktivitas menyimak mempunyai makna mencermati dengan penuh uraian serta atensi. Menyimak selaku salah satu aktivitas berbahasa ialah keahlian yang lumayan mendasar dalam kegiatan berbicara. Dalam kehidupan manusia senantiasa dituntut buat menyimak baik dilingkungan keluarga sekolah ataupun warga.
Keahlian berdialog merupakan seni berbicara lisan yang dipunyai oleh seorang. Dengan memiliki keahlian berdialog ini, pesan yang mau di informasikan secara lisan hendak tersampaikan dengan efisien serta efektif yang menjadikan komunikasi dengan orang lain jadi lebih baik. Keahlian berdialog pula dapat diucap retorika. Bagi Subhayni dkk (2017: 22) berdialog merupakan keahlian mengucapkan bunyi- bunyi artikulasi ataupun perkata buat mengekspresikan, melaporkan atua mengantarkan benak, gagasan, serta perasaan. Bagi Ilham (2020: 5) berdialog secara universal bisa dimaksud selaku sesuatu penyampaian iktikad( ilham, benak, serta isi hati) seorang kepada orang lain dengan memakai bahasa lisan. Sehabis keahlian berdialog, salah satu keahlian berbahasa yang butuh dicermati oleh partisipan didik merupakan keahlian menulis. Menulis merupakan aktivitas yang dicoba oleh seorang buat mengantarkan sesuatu pikirian menimpa suatu perihal yang dituangkan lewat Bahasa tulis.
Bagi Murinah (2015:2), menulis merupakan keterampilan yang terdiri dari beberapa komponen, dimulai dari hal-hal yang sederhana, seperti mengurutkan kata, menggabungkan kalimat, dan menggabungkan paragraf menjadi satu kesatuan. Menulis sangat penting untuk pembelajaran karena siswa akan merasa rileks dan aman ketika berpikir kritis. Menulis juga dapat memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengalami dan menikmati hubungan interpersonal, memperdalam persepsi atau mempersepsikan energi, memecahkan masalah pengalaman, dan menyusun urutan pengalaman. Tidak hanya keterampilan menyimak, berdialog dan menulis, tetapi juga keterampilan berbahasa sama pentingnya dengan tiga keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan membaca. Membaca adalah kegiatan yang mencoba memahami isi yang terkandung dalam sebuah artikel.
Konsumsi Youtube tidak hanya berdampak baik pada keterampilan mendengarkan dan percakapan siswa. Hasil yang baik juga terlihat dari pembelajaran kemampuan membaca siswa. Youtube telah berperan dalam meningkatkan aktivitas membaca siswa, sehingga merangsang semangat mereka. Maziyah (2020) berusaha meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui pemanfaatan media youtube, terlihat bahwa rata-rata kemampuan membaca siswa sebelum kegiatan adalah 61,91 (rendah), kemudian I meningkat menjadi 72,29 (cukup) pada tahap kedua. Periode tersebut meningkat lagi menjadi 84,82 (sangat baik). Penerapan media Youtube dalam pembelajaran kemampuan membaca siswa tidak hanya dapat memberikan motivasi dalam kegiatan belajar, tetapi Youtube juga memiliki hubungan yang sangat erat dengan kemampuan membaca.
Youtube dalam hal keterampilan menulis, mahasiswa perlu didampingi oleh tenaga pengajar yang benar-benar menguasai Youtube. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Lisdwiani dalam seminar nasional tersebut. Jika dosen dapat mempraktekkan YouTube dalam perkuliahan dengan memikirkan efektivitas (efektifitas), akurasi (fleksibilitas), dan jangkauan modul atau konten yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, maka YouTube dapat digunakan dengan benar. Perguruan tinggi dan universitas besar membutuhkan Youtube sebagai media pendidikan menulis puisi, karena sangat efektif, dapat meningkatkan kreativitas dosen, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Partisipan didik telah mengimplementasikan penerapan media Youtube untuk keterampilan mmenyimak siswa sebelum rekomendasi pendidikan jarak jauh atau pendidikan daring. Media Youtube pra-pandemi ini dapat membantu siswa meningkatkan keterampilan menyimak mereka. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Saragih pada tahun 2015. Saragih (2015) menyatakan bahwa YouTube dapat meningkatkan hasil belajar menyimak siswa. Penelitian ini dilakukan sebelum adanya pandemi Covid-19, dan menggunakan media YouTube dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SD Mazmur 21 Pontianak Selatan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Saragih ini, Youtube dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa berdasarkan peningkatan nilai yang diperoleh siswa menghadapi studi lebih lanjut. Peningkatan nilai dilihat dari persentase rata-rata adalah peningkatan persentase prestasi belajar dari 66,00 pada siklus I menjadi 77,70 pada siklus II. Pelaksanaan media Youtube saat sebelum pandemi memperoleh reaksi yang baik dari partisipan didik. Respon- respon yang diterima sangat berbagai macam. Perihal ini cocok dengan hasil riset dari Kahmar serta Erna( 2019). Bersumber pada hasil riset yang dicoba oleh Kahmar serta Erna ini Youtube memperoleh reaksi yang baik digolongan partisipan ajar.
Simpulan
Pembelajaran daring menjadi tantangan bagi guru dalam mencapai keberhasilan belajar, ditengah pandemi saat ini banyak cara yang dapat dilakukan seorang guru untuk tetap mengajar dengan penuh kreativitas. Konsep pembelajaran daring ini memungkinkan tetap terjaganya komunikasi interaksi antara peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di tengah pandemi. Dalam mewujudkan kreativitas guru dalam pembelajaran daring guru perlu melakukan persiapan yang dapat dilakukan dengan mengimprovisasi segala bentuk media maupun materi ajar, dengan menguasai teknologi guru dapat mempermudah pelaksanaan penilaian, dan pemahaman konsep pembelajaran dari seorang guru akan menumbuhkan antusias siswa. Keterampilan menyimak video dalam Youtube dapa memberikan motivasi dan dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan kemampuan berbicara siswa.
Daftar Pustaka
Abdullah, W. 2018. Model Blended Learning dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam. 7 (1), hal 862.
Dimyati, Azimat. 2019. Pengembangan Profesi Guru. Yogyakarta: Gre Publishing.
Firman, Sari Rahayu Rahman. 2020. "Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19". Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 2(2), 81-89
Fitri, Hidayatul dkk. 2021. Implementasi Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Daring. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang.
Ilmah, Humad & Iva Ani Wijiati. 2020. Keterampilan Berbicara: Pengantar Keterampilan Berbahasa. Pasuruan: Lembaga Academic & Research Institute.
Kurnia, Rita. 2019. Bahasa Anak Usia Dini. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Maziyah, Nayly Ana. 2020. “Peningkatan Keterampilan Membaca Puisi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Media Youtube Pada Peserta Didik Kelas Ii Mi Nurul Ulum Gresik”. Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Puspitasari, Intan dkk. 2021. Optimalisasi Pembelajaran Daring Dimasa Pandemi (Antologi Esai Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini). UAD Press: Yogyakarta.
Rahmawati, Laili Etika. 2019. “Pengambangan Tes Kompetensi Membaca Untuk Mahasiswa Asing Program Darmasiswa dan KNB dengan Pendekatan Komunikatif”. Disertasi. Surakarta: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rifai, Muhammad Lukman, Nurlaksana Eko Rusminto, Farida Ariyani. 2017. "Alih Kode dan Campur Kode Rubrik ”Buras” dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa". Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya), 5( 1), 1-12.
Saragih, Maria Sepriyenni. 2015. Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menyimak Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Artikel Penelitian.
Setiono, Panut dan Intan Rama. 2017. “Kreativitas Guru dalam Menggunakan Media Pembelajaran di kelas V Sekolah Dasar”. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 2 (2): 219-236.
Subhayni, Sa’adiah, & Armia. 2017. Keterampilan Berbicara. Banda Aceh: Syiah Kuala.
Syarifudin, Albitar Septian. 2020. “Implementasi Pembelajaran Daring untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan sebagai Dampak Diterapkan Social Distancing”. Metalingua: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5 (1): 31-34.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar